Pendidikan di Kota Palembang Kini di Jadikan Ajang Korupsi

 

Ilustrsi (Photo;doc)
PALEMBANG,Buana Sumsel -Dunia pendidikan di kota Palembang kini kondisinya semakin memprihatinkan dan malah kini di jadikan ajang korupsi berjamah oleh oknum guru kepala sekolah dan diknas.
Walau dua mantan kepala dinasnya kini sedang berurusan dengan pihak kejaksaan dan polisi namun tidak membuat jera para oknum pendidik ini  malah kini terkesan semakin ganas melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme.(KKN)
Belakangan ini para pendidik anak bangsa ini, terkesan terang terangan melakukan pelanggaran hukum,sehingga kini menjadi rahasia umum yang naibnya di semua sektor baik aparat penegak hukum, inspektorat atau wali kota dan gubernur terkesan tutup mata dengan masalah itu.
Jual beli bangku (lewat pelicin) semakin ngetren dan para sekolah berlomba pasang tarip siapa tinggi Jual buku baju kaus olah raga buku Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan lainnya  tak luput menjadi ajang .
Sekolah Gratis semakin jauh panggang dari api dan kini hanya menjadi isapan jempol belaka.Aturan kini hanya untuk di pelajari saja para oknum pendidik semakin hari semakin menginjak injak aturan yang telah di buat.
Sebagai contoh kini sekolah pada menjual buju olah raga, baju batik buku LKS (yang jumlahnya mencapai puluhan buku untuk satu sisiwa)
Akibat keutunganya mencapai 100% dari modal maka oknum kepala sekolah atau guru nekat melakukan jual beli buku itu.walau atura pelarangan itu ada
Bayangkan kata Gani sebut saja demikian seorang kepala sekolah untuk Buku LKS kami dapat keuntungan bisa mencapai 30 juta lebih.dengan rincian kami mendapat keuntungan rata – rata Rp 4 ribu per LKS jadi (240 x 3 )= 720 X 4000 = 2.880.000 X 10= 28.800.000
Kalau baju kaus olah raga dan batik itu kami mendapat keuntungan per unitnya mencapai 40 ribu jadi tinggal di kalikan saja jumlah siswa umpama katanya 240 x 40.000 = 9.160.000, karna baju yang kami jual itu batik dan kaus maka kami untung hampir dua puluh juta.
Masih menurut Gani bahwa keuntungan itu mereka gunakan untuk kepentingan pribadi bagi dengan guru dan dinas.
Sementara menurut Suharto salah seorang pemerhati pendidikan yang di mintai pendapatnya tentang prihal ini, mengatakan, dirinya sangat menyesalkan jika pihak pemerintah tutup mata dengan permasalahan ini karna dana yang terkumpul akibat para pendidik generasi bangsa ini melakukan penyalah gunaan jabatan mencapai miliaran rupiah
Menginagat jumlah sekolah dasar saja mencapai 330 sekolah SMP hampir 60 SMA dan kejuran  hampir 50 sekolah bayangkan kalau satu sekolah meraup rata rata lima puluh  juta rupiah maka akan terkumpul dana  miliaran ini belum termasuk jual beli bangku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar