Tips Mencermati Gejala Alam dan Menyelamatkan Diri Dari Bencana Alam


1. Di pantai
Jika terjadi hembusan angin yang sangat kencang tapi mendadak, disertai bau garam/air laut yang tajam menandakan sedang terjadi proses di tengah laut, berbagai kemungkinan penyebab; Tsunami/Taifun. Jika anda merasakan gempa di pantai, jangan tunggu apapun lagi, pergi secepatnya dari tempat itu. Beritahukan orang terdekat. Jika anda sedang berperahu di tengah laut, dan mendengar ada gempa di sekitarnya (biasanya orang menggunakan radio di perahu), maka jangan dekatkan perahu ke daratan, tetap di tengah laut, efek Tsunami dipermukaan laut jauh dari pantai hanya sekitar 0,3 – 1 meter saja. (National Geographic News, 27 Dec. 2004). Menjauhlah dari tepi laut jika anda mendengar suara dentuman seperti meriam dari dasar laut atau mendengar suara drum band sangat banyak dg irama yg sangat cepat) (National Geographic News, 27 Dec. 2004).
2. Di tengah Laut
Hal yg terjadi di lautan adalah Badai/Taifun/Cyclone. Sebesar apa kapal pun dapat dipecahkannya, maka jalan terbaik adalah pantau terus radio, dan carilah pulau terdekat. Teluk relatife lebih aman untuk melepas jangkar daripada di tepi laut terbuka. Putar haluan jika anda melihat awan hitam di tepi khatulistiwa.
3. Di Aliran Sungai
Jika anda ditepi sungai yang sangat jernih, dan melihat bahwa pasir di dasar sungai bergerak sangat cepat ke arah hilir, maka menjauhlah dari tepi sungai dan carilah tempat yg tinggi, dipastikan bahwa sedang terjadi air bah di hulu.  Jika anda melihat awan hitam di arah hulu sungai, sebaiknya urungkan niat ke sungai tsb, dan coba juga menjauh dari atas jembatan. Anda mendengar suara riuh-rendah bagaikan dentuman, bantingan dari arah hulu sungai, menjauhlah dan beritahu setiap org yg anda jumpai (Bohorok,Langkat, Sumatera Utara 2003)
4. Di Hutan
Tidak ada Tsunami dan air bah di dalam hutan, lalu? Kebakaran adalah bencana dalam hutan. Jika anda terkepung api di dalam hutan, maka carilah anak sungai (creek) dan masuklah ke dalamnya hingga kebakaran berakhir, jika anda keluar dari sungai, ingatlah suhu udara bisa lebih 100°C di permukaan tanah. Lebih baik anda berjalan di lahan yg telah terbakar daripada tanah yg belum terbakar karn permukaan tanah yg terbakar lebih kering dan kemungkinan terbakar lagi sangat kecil daripada tanah yg belum terbakar (FEMA Bulletin) Di malam hari pada saat bulan tidak bersinar/bukan purnama, anda melihat kaki langit sangat terang, maka menjauhlah, pasti tarjadi kebakaran toh di Indonesia tidak ada Aurora Australis dan Borealis yg fenomemal itu.
5. Tingkah laku Hewan
Pada saat menjelang datangnya Banjir Bandang Bahorok (Langkat, Sumatera Utara 2003) Orang-utan menunjukkan Tingkah Laku yang extreme, mereka sangat gelisah dan berteriak2 karena gejala ini tim jagawana melepaskan mereka sehingga mereka selamat. Pada saat terjadi gempa di Sumatera, Gajah2 di Phuket, Thailand Gelisah dan menjerit. Menjelang datangnya tsunami mereka melepaskan sendiri belenggu mereka dan menggiring turis dan pawang mereka ke tempat yg aman, ombak Tsunami berhenti hanya beberapa meter dari gajah2 itu berdiri. (TVRI, 03 Jan. ’05 pkl 21.15 dan Kompas, 01 Jan. ’05 hal 1.) Burung berterbangan. Seorang perwira TNI-AD Kodam I- Iskandar Muda selamat dari Tsunami di Banda Aceh karna melihat burung berwarna putih sangat banyak terbang ke daratan dari laut, ia memerintahkan staffnya untuk memutar arah kembali padahal saat itu ia menuju pelabuhan. Jika anda melihat ular, tikus, kecoa keluar secara tiba-tiba dari dalam got sangat banyaknya, maka segeralah waspada, terjadi sesuatu di bawah tanah. Jika anda disekitar pegunungan dan melihat semua hewan berlari, maka segera juga ikuti mereka, jangan takut mereka memakan, menerkam/menggigit anda, karna naluri mereka saat itu hanya satu: selamatkan diri….. pertanda gunung akan meletus

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar